Aku dapat di ibarat kan setangkai mawar yang sedang mekar. Mawar yang sedang mekar itu pastinya indah dan menawan hati, begitu pula aku. Jadi tak dapat ku pungkiri banyak pria yang berusaha merebut hati ku. Namun sekian lama tak ada yang berhasil memenangkan hati ku ini. Bukan karena aku seorang pemilih namun belum ada yang dapat benar – benar menarik hati ku. Tapi ketika aku meliat laki – laki itu hati ku berdebar dan memori tentang mimpi ku beberapa saat yang lalu pun kembali, ia laki – laki itu orang yang menikahi ku dalam mimpi ku beberapa waktu yang lalu. Saat itu aku hanya sekedar melihatnya. Dan ternyata dalam mata kuliah tertentu aku sekelas dengan nya. Awal nya aku dan dia tak saling mengenal, namun ketika ada tugas untuk presentasi kita berdua satu kelompok, dan pada akhirnya kami saling mengenal. Perkenalan dan pertemanan kami hanya dikarenakan tugas saja. Namun entah mengapa laki – laki itu jadi super perhatian ke aku, gimana aku ga luluh kalau orang yang pernah ada di mimpi aku perhatian banget sama aku. Dan akhirnya kami pun memutuskan untuk saling berhubungan lebih dari teman. Ketika aku berjalan dengan nya, ia selalu memperkenalkan aku sebagai calon istrinya pada orang yang kita temui . Bahagia dan senang sekali hati ku. Namun kebahagiaan itu pun hancur ketika malam itu Hp ku bordering, terdengar suara sosok wanita yang penuh amarah, wanita itu berkata : “ jahuhi suami saya, dasar kamu pelacur, kamu tahu E.P.A itu sudah punya seorang putri dan saya istrinya” . Entah apa yang aku rasakan saat itu air mata ku terurai begitu saya, dan Hp ku pun terjatuh dari gengaman ku. Ke esokan harinya E.P.A pun langsung menghubungi aku minta maaf. Jujur saja tak siap aku di tinggalkan olehnya. Aku dan dia pun terus melanjuti hubungan kami. Tapi entah mengapa pada akhirnya ia mencampakan aku begitu saja, tanpa sekata – pata penjelasan. Hanya satu yang ku pinta sebuah penjelasan kenapa ia campakan aku, padahal sebelumnya ia yang membuat aku banyak berharap. Kini aku dan dia sudah tidak berhubungan lagi dan aku pun sudah menganggap kekasih ku yang dulu telah tiada. Namun kebencian ku pun terus menjalar, walau aku tau aku pun salah. Dan karena kesalahan ku itu aku pun kini aku mulai tak percaya cinta itu ada.
Mohon maaf bila ada kesamaan cerita, ini hanya sebuah imajenasi saja. Terimakasih.

Maaf ini Cerita Fiktif atau Fakta...???
BalasHapusJadi Tegang BacaNya...
jangan terus terusan liat ke belakang( nanti nabrak ) hidup itu ke depan / move on :)
BalasHapusap ci ini kan cuma khayalan aku aja gt loh
BalasHapus